Anak Muda Bali Bangkit Lewat UMKM: Profil Jahanam

Anak Muda Bali Bangkit Lewat UMKM: Profil Jahanam

Di tengah tantangan ekonomi dan dampak pandemi yang sempat mengguncang sektor pariwisata Bali, banyak anak muda memilih untuk tidak tinggal diam. Salah satu contoh inspiratif datang dari I Made Aditya, pendiri brand lokal bernama “Jahanam”, sebuah UMKM kreatif yang bergerak di bidang fesyen dan gaya hidup urban khas Bali.

Didirikan pada tahun 2021, Jahanam berawal dari keresahan Aditya terhadap minimnya produk lokal yang benar-benar mewakili semangat anak muda Bali. Nama “Jahanam” yang terkesan keras justru dipilih sebagai simbol perlawanan terhadap keterbatasan. “Kita ingin menunjukkan bahwa anak muda Bali bisa produktif, berani, dan bangga dengan identitasnya,” ujar Aditya.

Produk utama Jahanam adalah kaos, tote bag, dan aksesori dengan desain berani, menggabungkan elemen budaya Bali dengan gaya streetwear modern. Setiap koleksi mengusung tema sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti kritik sosial, kecintaan pada alam Bali, hingga kampanye anti-stigma terhadap kesehatan mental.

Dengan modal awal hanya 3 juta rupiah dan memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan TikTok, Jahanam mulai dikenal luas. Tak hanya di Bali, pesanan kini datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Makassar. Aditya juga aktif mengikuti bazar UMKM lokal dan kolaborasi dengan seniman muda lainnya.

Lebih dari sekadar bisnis, Jahanam menjadi gerakan anak muda untuk saling dukung dan tumbuh bersama. UMKM ini kini telah mempekerjakan lima orang karyawan tetap dan membuka ruang kreatif bagi komunitas seniman jalanan di Denpasar.

Kisah Jahanam membuktikan bahwa UMKM bisa menjadi jalan bangkitnya ekonomi Bali pasca-pandemi, sekaligus wadah bagi anak muda untuk berkarya tanpa batas. Jahanam bukan sekadar brand, tapi perlawanan kreatif anak muda Bali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top